Tentang Kami
Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Bersanad Miftahul Jannah​
Kami Menerapkan
Tilawah, Tafhim, Tahfizh, dan Tathbiq, yaitu bentuk interaksi komperhensif pada Al-Qur'an sehingga terbentuk kecintaan terhadap Al-Qur'an
Kepedulian Sesama
Mencetak para santriwan dan santriwati yang peduli pada sesama umat muslim.

Visi Kami

‘’Mencetak Generasi Qur’ani yang Berwawasan Global melalui Pendidikan Robbani’’

Tentang Kami

Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Bersanad Miftahul Jannah dibangun atas cita-cita membangun umat dan bangsa yaitu menghasilkan insan-insan yang memenuhi tujuan penciptaannya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Insan yang beriman, bertaqwa dan berprinsip, juga senantiasa beramal shaleh dan menyeru manusia kepada kebaikan dan mencegah keburukan.

Atas cita-cita itu, Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Bersanad Miftahul Jannah berusaha keras memberikan pendidikan yang terbaik dengan merancang program pendidikan dengan sebaik mungkin, sesuai dengan petunjuk Allah SWT dalam mendidik anak menjadi insan yang senantiasa mencari ridho-Nya.

Misi Kami

Menyelenggarakan Pendidikan yang Islami, efektif, menyenangkan serta mewujudkan :

  • Siswa yang memiliki iman dan ikhsan yang baik, kreatif, cinta Al-qur’an dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
  • Siswa yang memiliki kompetensi sehingga mampu melanjutkan ke sekolah unggulan.
  • Siswa yang mampu bermasyarakat dan berperan serta dalam pembangunan bangsa dan negara

Budaya Kami

Kami menanamkan nilai-nilai luhur sebagai pondasi untuk membentuk karakter dasar dan menjadi budaya lembaga kami secara keseluruhan.

Latar Belakang

Kondisi moralitas umat saat ini masih sangat memprihatinkan. Itulah salah satu penyebab keterbelakangan negeri ini. Hal tersebut dikarenakan kurangnya perhatian terhadap penanaman akhlak mulia dan minimnya interaksi dan penanaman nilai Al-Quran, sekalipun dari sisi ilmu pengetahuan menghasilkan kemajuan. Pola pendidikan yang tengah berjalan, pada umumnya masih jauh dari penanaman nilai keislaman yang mengedepankan nilai Al-Quran dan Sunnah, sehingga berdampak pada kemerosotan akhlak dan penyimpangan perilaku. Karena itu menjadi strategis untuk menghadirkan Al-Quran dalam setiap jenjang pendidikan formal. Penanaman nilai Al-Quran akan memberikan imunitas terhadap siswa serta menjadi cahaya dan penuntun hidup untuk menggapai kemajuan dan ridho Allah SWT.

Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Miftahul Jannah didirikan dengan cita-cita yang luhur yakni menyiapkan sumber daya manusia yang Sholih dan Sholihah, yang berkembang segala potensi dirinya dan tertanam dengan kuat nilai Al-Quran. Generasi yang dalam Al-Quran disebut generasi Robbani. Generasi yang sangat istimewa dalam sejarah awal perjalanan Islam, yang dibentuk oleh manusia agung yakni Rasulullah SAW. Juga Generasi yang diimpikan Nabi Ibrahim AS dan kami berharap kelak mereka akan menjadi pemimpin negeri ini. Lahirnya Generasi tersebut tentu saja didukung dengan interaksi yang komprehensif terhadap Al-Quran dalam bentuk : Tilawah, Tafhim, Tahfizh, dan Tathbiq nilai-nilai yang ada di dalamnya. Sehingga muncul kecintaan terhadap Al-Quran. Keempat bentuk interaksi terhadap Al-Quran tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ketiadaan pada salah satunya meniscayakan adanya bagian yang tidak sempurna dari tujuan Al-Quran diturunkan kepada umat manusia.

Lembaga pendidikan model pesantren yang berasrama (boarding school) menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk mewujudkan cita-cita di atas. Sehingga dalam keseharian, seluruh santri dapat menjalani proses pembiasaan dengan berbagai media. Besar harapan, dari pesantren ini akan kembali lahir kader-kader umat yang sholih dan sholihah yang mencintai dan selalu berinteraksi dengan Al-Quran.

Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Miftahul Jannah mengawali lembaga pendidikannya dengan mendirikan Pesantren yang berbasis Islam Terpadu untuk jenjang TK IT, SD IT, SMP IT dan SMA IT. Berkembangnya pesantren dan diiringi dengan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan karakter dan interaksi Al-Quran menjadikan Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Miftahul Jannah berdiri kokoh sampai saat ini dan terus mengembangkan unit-unit pendidikan formal lainnya.

Landasan

  • يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. [QS 2:208]

  • مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ

Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. [QS 3:79]

  • إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ . لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. [QS 35:29-30]

  • خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya [Shahih Bukhari]

  • وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. [QS 2:124]

  • رَبِّ ہَبۡ لِیۡ مِنَ الصّٰلِحِیۡنَ

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. [QS 37:100]